Nama Kelompok:
-Ardan Maulana
-Irjal Hakil Permana
-Martin
-Nikolas Yapiter
Agama hindu budha belum sepenuhnya punah di pulau jawa walaupun kerajaan majapahit runtuh di abad ke 15 Keturunan yang di percaya dari kerjaaan majapahit, yang berada di pulau jawa adalah suku hindu tengger, di daerah bromo, probolinggo, jawa timur. Suku hindu tengger merupakan suku tertua yang berada di kawasan bromo Dan sudah tercatat di prasati muncang dan lingga sultan yang sudah ada sejak 900 masehi.
Di kawasan tersebut ada suatu daerah yg sangat di sucikan, mereka sangat mangagungkan gunung suci Brahma (bromo) dan selalu melakukan sesembahan
Pada setiap bulan kasada yang dikenal sebagai ritual yatya kasada.
Dan pada hari itu mereka akan berkumpul di daerah bromo dan melakukan upacara sesajen sebagai rasa syukur kepada hyang suaya pua sebagai sebutan dewa brahma dalam suku tengger.
Suku tengger sudah dikenal sejak abad ke 10, dan sudah ditetapkan oleh empat prasasti yang ditemukan didaerah suku tengger tersebut.
Menurut para arkeolog nama tengger itu berawal dari sepasang suami istri yang bernama roro anteng (istri), dan joko seger (suami), mereka dipercaya sebagai cikal bakalnya suku hindu tengger, mereka sudah menikah selama 8 tahun tapi belum mempunyai anak, kemudian mereka memohon keturunan kepada hiyang dengan betapa selama 6 tahun dan pada akhirnya dikabulkan dan dikaruniai oleh 25 anak dengan syarat salah satu dari 25 anaknya harus dikorbankan dengan dilemparkan kedalam kawah bromo, beberapa tahun kemudian gunung bromo meletus menagih janji mereka untuk memasukkan salah satu anaknya ke dalam kawah bromo tetapi mereka tidak tega, mereka menyembunyikan anak terakhirnya raden kusuma didesa ngadas.
Agama yang dianut suku tengger yaitu agama hindu, tetapi berbeda dengan hindu yang ada di Bali ,perbedaannya berada di peletakan jenzah dan tidak mengenal ngaben.
Suku tengger mengenal pemuka adat yang disebut dukun tandita atau dukun tengger.
Kidung suci yang lantun kan umat hindu tengger sebagai lambang puji syukur,doa doa kepada sang dewa.









